STASIUN PEMBANGKIT ENERGI

8 Feb

8.1. PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI PKS

1. Turbin uap

2. Genset diesel

  1. TURBIN UAP

Sebagai pembangkit listrik utama untuk menggerakkan seluruh peralatan pengolahan kelapa sawit, penerangan PKS, dan untuk penerangan domestik.

Tujuan utama pemakaian turbin adalah untuk menekan biaya operasional, karena turbin digerakkan oleh boiler dan tidak memakai bahan bakar solar ataupun bensin.

  1. GENSET DIESEL

Fungsi genset diesel di PKS adalah

  1. Sebagai engine cadangan untuk melakukan start awal pengolahan dalam pengoperasian boiler sebelum turbin beroperasi. Baca lebih lanjut

STASIUN PENGOLAHAN BIJI

8 Feb

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7.1. FUNGSI

Untuk mendapatkan produksi kernel yang baik sesuai dengan standard yang diinginkan.

  1. ALAT – ALAT PENDUKUNG
  1. Depericarfer
  2. Polishing drum
  3. Nut silo
  4. Ripple mill
  5. Separating coloumb ( LTDS I & LTDS II )
  6. Clay bath
  7. Kernel silo
    1. DEPERICARFER

    Sebagai coulomb pemisah dengan cara pneumatik, pemisahan pneumatik ini berdasarkan hisapan udara, dimana fraksi ringan berupa fiber terhisap ke fiber cyclone sedangkan fraksi berat berupa nut jatuh ke polishing drum.

    1. POLISHING DRUM

    Untuk membersihkan ( memoles ) fiber yang masih ada melekat pada nut, selain itu memisahkan nut dari batu – batu, kayu, dan tangkai jangjangan yang terikut.

    1. NUT SILO

    sebagai tempat penampungan Nut yang keluar dari polishing drum.

    1. RIPPLE MILL

    Untuk memecahkan nut dimana cangkang akan pecah dan didapatkan hasil produksi berupa kernel. Baca lebih lanjut

PEMURNIAN / KLARIFIKASI

8 Feb

Fungsi dari stasiun pemurnian adalah untuk memisahkan minyak dari fase lainnya dengan pemurnian supaya tidak terjadi penurunan mutu.

Unit pemurnian minyak

  1. Stand trap tank
  2. Vibrating screen
  3. Crude oil tank
  4. Clarifikasi tank
  5. Oil tank
  6. Sludge tank
  7. Decanter
  8. Sludge separator
  9. Oil furifier
  10. Vacuum drier
  1. STAND TRAP TANK

- Fungsinya adalah untuk menangkap pasir dengan cara pengendapan dan untuk     mempermudah pemisahan minyak dan pasir tanki ini diisi air panas.

- suhu minyak kasar 90OC – 95OC

- pembuangan pasir secara rutin

  1. . VIBRATING SCREEN

Untuk menyaring minyak kasar yang keluar dari pressan dari kotoran – kotoran, serabut / fiber, lumpur dan pasir – pasir yang terikut. Baca lebih lanjut

DIGESTER

8 Feb

Fungsi digester adalah untuk melumatkan buah sehingga daging buah terpisah dari biji dan memudahkan pengerjaan pengepressan.

Alat ini berupa tabung dilengkapi 4 tingkatan pisau dengan 3 tingkat atas sebagai pengaduk dan 1 tingkat bawah disamping sebagai pengaduk juga sebagai pelempar.

 

Hal – hal yang perlu diperhatikan adalah

– Pengsian digester harus dapat dipertahankan minimal ¾ dari volumenya, hal ini supaya     tekanan ke bawah besar sehingga pelumatan dapat berjalan dengan baik.

– Pertahankan temperatur dalam digester 90OC – 95OC.

– Untuk menghasilkan pengadukan optimal maka putaran pisau digester 25 – 26 rpm.

Perhitungan Land Aplikasi

29 Nov

Sebuah pabrik memiliki data sebagai berikut :

  • Kapasitas             : 45 ton TBS/jam
  • Jam olah              : 20 jam/hari
  • HK Efektif            : 310 hari
  • BOD limbah cair: 35.000 ppm
    (masuk ke IPAL)
  • BOD loading        : 0.4 kg BOD/m3/hari
  • Perencanaan kolam limbah yang baik dengan pengumpanan maksimum 5 %

- Jumlah Buah Diolah dalam 1 tahun = 45 t/j x 20 j/hr x 310 hr

                                                                             = 279.000 ton TBS

  1. Luas Land Aplikasi untuk masing-masing By Product :
  • JJK (23 % to FFB)     = 279.000 x 0.23

                        = 64.170 ton JJK/thn

Dosis Aplikasi         = 0.4 ton/pkk/thn Baca lebih lanjut

Pengendalian Limbah dengan Fermentasi

29 Nov

A. Fermentasi Anaerobik

Air limbah PKS mengandung senyawa anorganik dan organik. Senyawa organik lebih mudah mengalami pemecahan daripada senyawa anorganik. Bahan-bahan organik yang terkandung dalam air limbah PKS dapat dirombak oleh mikroba baik secara anaerobik maupun secara aerobik. Keberhasilan perombakan bahan organik tergantung pada jenis mikroba, jumlah mikroba, sifat substrat dan faktor lingkungan.

Reaksi pemecahan dalam reaksi fermentasi terdiri dari tahapan-tahapan reaksi yang dikatalis oleh berbagai enzym yang diproduksikan oleh mikroba. Reaksi perombakan secara anaerobik dapat dilihat pada persamaan reaksi di bawah ini:


Bakteri yang aktif dalam perombakan ini adalah bakteri methanogenik antara lain Methanobacterium amelianskii. Hasil reaksi methanogenesis adalah CH4 dan CO2 dengan perbandingan antara 1:1 sampai 3:1. Baca lebih lanjut

Usaha Penanggulangan Pencemaran

29 Nov

Pengolahan air limbah (Effluent Treatment) adalah pengolahan limbah pabrik yang belum memenuhi persyaratan (BOD, COD, pH, ammonia, dll). Air buangan yang masih mengandung minyak, disalurkan ke fat-pit untuk mengutip kembali sampai batas-batas tertentu. Usaha ini untuk memperoleh minyak sawit dan merupakan tindakan untuk memperbaiki kualitas air limbah.

Pembusukan anaerobik, yang sudah sangat umum dalam penanganan endapan kotoran, sama pentingnya atau bahkan lebih berguna dalam penanganan sisa-sisa industri. Proses tersebut dapat digunakan menurut urutannya yang normal sebagai suatu cara penanganan seperti:

  1. Tangki/bak netralisasi (Netralizing Tank).

    Tangki ini dipakai untuk menaikkan pH limbah pabrik dari 4,2 menjadi 7,0. Hal ini dilakukan pada waktu pertama kali effluent treatment dijalankan.

  2. Menara Pendingin (Cooling tower).

    Menara pendingin dipakai untuk menurunkan suhu limbah pabrik sebelum dimasukkan ke dalam kolam-kolam dari 70 0C menjadi 30 0C. Hal ini dilakukan karena pada suhu 70 0C bakteri-bakteri pengurai (pembuat gas methan) mati, sedangkan suhu optimum 40 0C. Alat ini terdiri dari menara yang dipasang kisi-kisi dengan tujuan untuk mempercepat proses pendinginan. Limbah dari pabrik dipompakan ke bagian atas menara pendingin dan turun terpencar melalui kisi-kisi, sehingga terjadi penurunan suhu. Apabila pancaran tidak merata, adakan pemeriksaan dan perbaikan pada kisi-kisi. Baca lebih lanjut

PEMILIHAN KABEL MOTOR LISTRIK 3 PHASE

29 Nov

Ukuran yang diperbolehkan pada tabel berikut adalah ukuran minimum yang diperbolehkan untuk Start Langsung. Umumnya berlaku untuk jarak dekat (kurang dari 20 meter). Untu jarak 20 s/d 100 meter harus dipakai ukuran yang lebih besar.

 

Cable

mm2

Maximum H.P

DOL

Maximum H.P

Star – Delta

2.5

7.5

13.0

4.0

10.0

17.5

6.0

15.0

26.0

10.0

20.0

35.0

16.0

40.0

70.0

25.0

60.0

100.0

35.0

75.0

130.0

 

PEMILIHAN KABEL UNTUK JARINGAN SUPPLY

29 Nov

Dalam pemilihan kabel untuk suatu keperluan tertentu, diperlukan suatu pengetahuan khusus terhadap jenis ataupun type kabel serta spesifikasi teknisnya, agar pemilihan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan persyaratan teknis yang dibutuhkan

Berikut ini adalah beberapa type kabel dari berbagai jenis kabel daya dan pemakaiannya :

Kabel Tegangan Menengah

• Type     : NYFGbY – 3,5/6 KV

(PVC insulated, Galvanized Flat Steel Wire and Tape Armoured, PVC Sheated)

Ukuran        : 3 x 25 – 240 mm2

Pemakaian    : Untuk pemakaian pada ruangan tertutup, pada saluran dalam tanah, untuk stasiun pembangkit, industri, stasiun pembagi daya

• Type     : N2XSEFGbY – 8,7/15 KV dan 12/20 KV

(Circular Compacted Copper or Alumunium Conductor XLPE insulated, Copper Tape Screened, Flat Steel Wire and Tape Armoured, PVC Sheated Cable)

Ukuran        : 3 x 35 – 300 mm2

Pemakaian    : Untuk pemakaian dalam ruangan, dalam saluran kabel ataupun tempat terbuka dan jaringan bawah tanah bisa ditimbun langsung tanpa saluran untuk industri dan stasiun pembagi daya Baca lebih lanjut

PERHITUNGAN RUGI TEGANGAN PADA KABEL

29 Nov

Kerugian tegangan dalam saluran listrik adalah berbanding lurus terhadap panjang saluran dan beban, namun berbanding terbalik terhadap penampang saluran. Kerugian ini harus tetap berada dalam batas-batas tertentu.

Dalam peraturan instalasi listrik, telah ditentukan bahwa rugi tegangan pada suatu titik dari suatu instalasi, tidak boleh melebihi 2% dari tegangan yang dipakai untuk instalasi penerangan dan 5% dari tegangan yang dipakai untuk instalasi tenaga seperti motor listrik dan lain-lain.

Perhitungan-perhitungan menggunakan notasi berikut :

E    = Tegangan antara 2 saluran    (Volt)

q    = Penampang saluran dalam     (mm2)

N    = Beban                 (watt)

ev    = Rugi tegangan            (Volt)

p    = Rugi tegangan            (%)

L    = Panjang saluran             (m)

ξ    = Daya hantara Jenis saluran, yaitu

     Tembaga (Cu)    = 56

     Alumunium (Al)    = 32.7

     Besi (Fe)        = 7

  • Untuk saluran bolak-balik tanpa beban induksi, umpamanya untuk beban penerangan (1 phase), kita gunakan rumus-rumus berikut :
  1. Bila Kerugian dinyatakan dalam prosen (p)

……………(1)    …………..(2)

  1. Bila Kerugian dinyatakan dalam volt (ev) Baca lebih lanjut
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.