PETUNJUK INSTALASI, OPERASI & PERAWATAN TURBIN

24 Nov

TURBIN NADROWSKI

 PEMERIKSAAN UNTUK TURBIN BARU

  1. PEMERIKSAAN SAAT UNLOADING
    1. Gunakan alat derek yang sesuai dan tempatkan pada tempat yang telah ditentukan.
      1. Pada kotak terdapat tanda rantai
      2. Pada turbin/generator pada lubang gantungan.
    2. Check semua perlengkapan sesuai dengan surat pengantar barang.
    3. Tempatkan turbin/generator pada tempat yang aman, terhindar dari air, sinar matahari maupun bahan kimia lainnya.
    4. Accessories seperti pressure gauge dan barang-barang yang mudah pecah biasanya ditempatkan pada kotak tersendiri.
    5. Governor merupakan barang yang sensitif dan biasanya telah diisi minyak/oli, untuk itu jangan kemasukan barang-barang didalamnya.
    6. Jika ada keraguan maupun kekurangan atas perlengkapan yang diterima, laporkan ke pihak pengantar barang.
  1. INSTALASI TURBIN.

Turbin harus ditempatkan pada pondasi semen yang benar-benar datar pada ketinggian yang sesuai, lebih tinggi dari sekitarnya (kira-kira 30 cm). Baut-baut harus dikunci kedasar turbin dan dicor dengan semen sehingga keseluruhan turbin benar-benar kuat dan datar.

Direkomendasikan jarak antara turbin dengan turbin ataupun dengan dinding minimal 1,5 m. Hal ini bertujuan untuk kemudahan operasi dan maintenance maupun reparasi.

  1. PENYAMBUNGAN PIPA UAP.

Pipa-pipa yang hendak disambungkan ke turbin harus benar-benar dibersihkan dan diblown dengan uap.

Pipa initial sebelum masuk ke turbin harus dikeringkan begitu juga pada pipa exhaust.

Jika terjadi kenaikan tekanan di pipa exhaust, harus dilengkapi dengan katup pengaman.

Instalasi pipa harus sedemikian rupa sehingga pada keadaan dingin maupun panas, tidak membebani ke turbin dan direkomendasikan menggunakan pendukung pegas.

Untuk menghindari ekspansi thermal pada pipa, pemakaian ekspansi joint adalah suatu keharusan.

BLOWN UP PIPA UAP

  1. BLOWING OUT DARI PIPA INITIAL.

    Pabrik turbin hanya memberikan garansi atas performansi turbin dengan asumsi bahwa uap yang tersedia benar-benar bersih. Alat-alat yang menyediakan uap (boiler) ini haruslah benar-benar dibersihkan sebelum menghasilkan uap dan direkomendasikan untuk menerapkan proses purifikasi sebagai berikut :

    Untuk menghidari setiap kerusakan pada sudu turbin, adalah perlu untuk membersihkan setiap kotoran berupa air, beram-beram dan benda asing lainnya yang masih tersisa didalam alat-alat yang mengasilkan uap (boiler) dari pipa initial, dan tindakan ini harus dilakukan sebelum turbin dijalankan untuk pertama kalinya.

    Jika diadakan overhaul ataupun pengelasan dibagian dalam dari peralatan yang mengashilkan uap (boiler) dan pipa initial, pembersihan lebih lajut harus dilakukan. Pastikan uap tidak diblown out diruang yang tertutup, tetapi harus diruang terbuka.

  1. PROSES BLOWING OUT

    Buka pipa initial sebelum saringan uap. Tempatkan pelat impact pada jarak ± 0.3 s/d 0.5 m (Al atau Cu yang dipolish) diujung pipa yang harus dipasang secara aksial, simetris dan mempunyai sudut yang tepat ke aliran uap. Pelat impact tersebut berukuran ± 200 x 200 mm, dengan kondisi permukaan harus bersih.

    Naikkan tekanan boiler, lihat petunjuk dari pabrik boiler dan blow uot pipa initial ± 10 menit, tanpa tekanan balik (80 % tekanan uap nominal, temperatur uap nominal, jumlah uap nominal).

    Check pelat impact, biarkan pipa dingin (± 180 – 240 menit).

    Pendinginan secara sempurna adalah penting, karena penyambungan dalam keadaan panas, gasket dapat rusak akibat ekspansi thermal dan kontraksi.

    Ulangi proses blowing out, pengalaman menunjukkan ukuran kotoran makin lama makin halus dengan semakin banyak pengulangan proses.

  1. PEMERIKSAAN DERAJAT KEBERSIHAN

    Tentukkan pada pelat impact, pada area yang mempunyai konsentrasi terbesar dari impact partikel yang dikenai arus uap.

    Hitung partikel impact yang terlihat untuk 1 cm2 di area yang mempunyai kepekatan tertinggi.

    Pipa dapat dikatakan bersih, jika kurang dari 2 partikel impact pada 1 cm 2 dan tidak ada kelihatan impact tersendiri. Partikel yang kelihatan tidak lebih dari 1 mm2, walaupun betul turbin mempunyai saringan uap, tetapi tidak mempunyai saringan yang halus.

  2. COMMISSIONING DAN OPERASI
    1. MENJALANKAN TURBIN PERTAMA KALI

      Pengecekan untuk pertama kali meliputi :

      1. Pipa-pipa yang menuju turbin
      2. Coupling Alignment (jika perlu align pada kondisi panas)
      3. Segala perlengkapan seperti: gauge, overspeed trip mechanism, low oil pressure tripping dan emergency tripping.

      Agar kondisi turbin selalu dalam keadaan baik, lakukannlah prosedur pengoperasian dan perawatan preventive secara benar, serta selalu dibawah pengawasan ahlinya.

  1. PETUNJUK OPERASI (Tipe C4S, C5S, C4DS, C5DS dan Tipe B)
    1. MENGHIDUPKAN TURBIN

    2. Periksa ketinggian permukaan dan kondisi minyak pelumas.
    3. Hidupkan Auxiliary Oil Pump (Electric Pump ataupun Turbo Pump). Turbin yang menggunakan Electric Oil Pump bila aliran listrik terputus dapat menggunakan Hand Oil Pump.
    4. Posisikan Low Oil Pressure Switch pada posisi ON dan Emergency Switch pada posisi OFF.
    5. Buka secara berturut-turut Keran Pembersih Uap (Drain Valve), Keran Uap Bekas, Keran Uap Masuk dan Keran Air Pendingin.
    6. Periksa posisi Load Limit Pointer (Tanda segitiga hitam) harus pada posisi 0 sampai 2.
    7. Untuk tipe-tipe generator tertentu yang dilengkapi dengan saklar eksitasi, posisikan saklar tersebut pada posisi OFF.
    8. Tolak Pilot Valve, tunggu sampai Quick Action Stop Valve membuka, bantu Governor dengan tangan dan hidupkan turbin pada putaran rendah selama lebih kurang 15 menit (600 – 800 rpm) kemudian putar ke kanan knob Load Limit sampai posisi angka 10.
    9. Tambah Knob Speed Setting perlahan-lahan sampai rpm 1500 (putar ke kanan untuk menambah dan ke kiri untuk mengurangi rpm).
    10. Posisikan kembali saklar eksitasi di Generator pada Posisi ON.
    11. Periksa tekanan minyak pelumas, harus diantara 3 – 6 bar pada suhu 40 – 75 oC.
    12. Hentikan Torbo Oil Pump (Electric Oil Pum atau Turbo Oil Pump yang dilengkapi dengan Automatic Quick Action Valve akan berhenti secara otomatis).
    13. Tutup semua Keran Pembersih Uap (Drain Valve), Keran Steam Trap harus tetap terbuka.
    14. Tutup Keran Direct Steam Injection yang masuk BPV.
    15. Dengan memakai governor switch, Set alternator pada 50 Hz atau 60 Hz, set Voltage pada 380 – 400 Volt.
    16. Turbin sudah dapat dioperasikan, paralel ataupun single Run.
  1. MENGHENTIKAN TURBIN

  2. Paralelkan dengan genset, pindahkan beban ke genset dan tekan knob open ACB pada turbin.
  3. Tarik keluar Pilot Valve.
  4. Putar ke kiri knob Load Limit, sehingga Load Limit Pointer (tanda segitiga hitam) menunjuk ke angka 0 – 2.
  5. Putar ke kiri Knop Speed Setting sampai habis.
  6. Buka Keran Turbo Oil Pump (electric Oil Pump hidup secara Otomatis).
  7. Tutup Keran Uap Bekas, Keran uap masuk dan buka keran pembersih uap (Drain Valve).
  8. Buka Keran Direct Steam Injection yang masuk ke BPV.
  9. Apabila turbin sudah benar-benar berhenti, tutup Keran Turbo Oil Pump atau OFF kan. Switch Electric Oil Pump, Low Oil Pressure Switch dan Emergency Switch tetap pada posisi OFF.
  10. Tutup keran Air Pendingin dan keran pembersih uap (Drain Valve).

HAL – HAL YANG PENTING DIPERHATIKAN

* Untuk Tipe C4S dan C5S

Turbin Nadrowski dilengkapi dengan Hand Valve pada bagian Nozzlenya, masing-masing 2 buah untuk tipe C5S dan 3 buah untuk tipe C4S.

  • Apabila tenakan uap masuk turbin turun dan Hz juga turun, jangan menambah Hz dengan jalan menambah putaran turbin, tetapi bukalah Keran Pemancar (Hand Nozzle Valve) dan kalau terpaksa kurangi tekanan pada BPV.
  • Jika pada waktu permulaan start ada gejala over speed (lebih dari 1000 rpm), segera hentikan turbin, periksa posisi Load Limit Pointer, periksa Spidle Cone apakah macet.

Menjalankan turbin dengan putaran dibawah maupun diatas putaran nominal (1500 rpm) selain dapat merusak turbin juga dapat merusak AVR generator.

* Untuk Semua Tipe

  • Jika Air Circuit Breaker trip dan turbin juga trip, jangan menghidupkan kembali turbin apabila turbin masih dalam keadaan berputar.
  • Apabila dalam keadaan DARURAT/BAHAYA, hentikan turbin dengan menggunakan Emergency Switch.
  • Setelah 8000 jam operasi atau setelah 1 tahun, gantilah minyak pelumas turbin dan minyak pelumas governor (Jenis Pelumas TD – L68)
  • Jangan membuka Main Inlet Steam Valve dan Exhaust Steam Valve bila tidak akan menghidupkan turbin.
  • Jangan menghidupkan turbin apabila uap masih basah (masih mengandung butiran-butiran air), tunggu uap sampai menjadi uap jenuh atau uap kering.

Selain hal-hal tersebut diatas, untuk menjamin agar turbin tetap dalam performance yang baik maka terhadap turbin harus dilakukan :

  1. Perawatan Rutin / Rutin Khusus

No

Komponen

Jenis Perawatan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Governor

Quick Action Stop Valve

Kopling :

  • Generator
  • Pompa Minyak

Saringan Minyak :

  • Elemen
  • Spin on Type

Oil Cooler

Saringan anin generator

Kabel Instrument Turbin

Minyak pelumas

Check, cuci bila perlu

Check fungsi dan kebocoran

Check, ukur

Check keausan, Pressure

Cuci, ganti bila perlu

Ganti

Cuci, check kebocoran, ganti O Ring

Check, bersihkan

Check fungsi

Check, ganti

  1. Perawatan / Overhaul

    Adalah perawatan rutin ditambah dengan :

No

Komponen

Jenis Perawatan

1.

2.

3.

4.

Roda Turbin

Pinion Shaft

Bearing

Sistem governor

Check sudu-sudu & kondisi permukaan.

Check toleransi.

Check clearance, shim / ganti

Overhaul dan check

  1. Uji Coba
    1. Oil pressure
    2. Overspeed trip mechanism
    3. Low oil pressure
    4. Emergency trippig
    5. Axial displacement switch test (tipe C4).

SKEDUL PERAWATAN

  1. Pengecekan Harian
  • Level
    minyak pelumas dan kondisinya
  • Kondisi air pendingin
  • Bentuk visual dari turbin
  • Alat- alat ukur.
  1. Tabel Jadual Pemeriksaan dan Perawatan

    Lihat pada file ” Skedul Perawatan – Exl ” dan Problem Solving – Exl

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 75 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: