Stasiun Press (Extraction Plant)

24 Nov

Dalam perlakuan proses salah satu terjadinya kehilangan minyak (oil loss) terjadi di Stasiun Press atau di Stasiun Ekstraksi yang mana pada stasiun ini terdapat dua jenis alat mesin yaitu Digester dan alat mesin Press yang bekerja berputar secara continue berupa Screw Press.

Perlakuan pertama pada Stasiun Press atau Stasiun Ektraksi pada proses Minyak Kelapa Sawit (MKS) adalah pada Digester. Brondolan yang masuk ke Bellow Thresher Conveyor lalu ke Bottom Cross Conveyor dan selanjutnya ke Fruit Elevator lalu masuk ke Digester. Didalam Digester ini brondolan dicacah dan diaduk hingga lumat. Proses pengadukan ini sangat penting untuk menghasilkan minyak yang optimal dan setelah brondolan dicacah dan diaduk lalu di Press dengan memakai alat Press atau Screw Press dengan tujuan memisahkan antara minyak dengan bahan padat.

Agar lebih jelas proses Digester perlu kita mengetahui secara garis besar struktur Morfologi Mesocarp atau daging sabut buah kelapa sawit. Dan secara global buah kelapa sawit terdiri dari :

  • Daging Buah
  • Cangkang Biji
  • Inti Biji

Biasanya buah yang bagus dan normal mempunyai ketebalan daging 2 s/d 8 mm sesuai jenis buah. Daging sabut buah (Mesocrap) terdiri dari sel-sel minyak yang diikat satu sama lain oleh zat perekat pada fibre-fibre yang mengelilingi Mesocrap.

Untuk memahami gejala-gejala yang terjadi pada proses pengadukan dalam Digester melalui putaran-putaran pisau Digester, minyak yang terkandung dalam daging sabut tidak dapat dikeluarkan sehingga harus menggunakan tekanan melalui Pressan. Dan dari hasil-hasil pisau-pisau Digester akan berbentuk emulsi minyak kasar seperti :

  • Bukan lemak, fibre dan bahan padat.
  • Air
  • Minyak yang beremulsi dengan air
  • Minyak

Emulsi antara air dengan minyak atau sebaliknya mimiliki Viskositas yang tingi. Dan untuk mengurangi Viskositas dapat dilakukan beberapa cara sbb :

  • Mengalirkan uap steam kedalam Digester dengan system injeksi dengan temperatur + 90°C.
  • Menambah air panas pada minyak kasar pada waktu proses pengempaan (Press)

Hal-hal tersebut diatas adalah perlakuan dalam penyempurnaan Pengempaan (Press) dalam usaha mengurangi kehilangan minyak (Oil Loss).

  1. Design (Digester)

    Umumnya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) merancang design Digester berbentuk Silinder Vertical dengan sumbu putar Vertical yang berisi pisau pisau yang disebut Arm. Ukuran Digester harus sesuai dengan kapasitas mesin Press dan untuk PKS dengan Digester berdiameter 1.200 mm dengan tinggi 3200 mm untuk mesin Press berkapasitas 10 ton/jam. Temperatur steam yang digunakan untuk mengijeksi Digester 90°C didalam pengoperasiannya harus selalu diperhatikan :

  • Isi Digester.
  • Jangka Waktu Pengadukan.

Semakin banyak suatu isian Digester semakin lama buah akan teraduk sebelum di Press. Jadi paduan atau gabungan kedua factor isi Digester dan waktu pengadukan harus disesuaikan. Dan untuk pisau-pisau perlu diperhatikan apabila pisau-pisau sudah kotor pisau-pisau ini hanya berfungsi memindah-mindahkan buah. Oleh sebab itu harus sering dibersihkan .

  1. Alat Press

    Di Pabrik Kelapa Sawit untuk memisahkan minyak dengan ampas atau fibre dilakukan dengan menggunakan alat Screw Press. Dan kehilangan minyak (oil loss) juga terjadi pada proses ini. Dan yang menjadi faktor penyebab antara lain :

  • Tekanan Press Yang Digunakan.
  • Temperatur Digester.
  • Waktu Pengepressan.
  • Waktu Perebusan.

Dan untuk menekan atau mengurangi angka kehilangan minyak (Oil Loss) distasiun presan perlu diperhatikan beberapa hal :

  1. Suhu air harus 90°C.
  2. Tekanan Press harus diatur agar kerugian minyak dalam fibre rendah begitu juga dengan Nut pecah harus rendah.
  3. Sebaiknya pemakaian Screw Press distop setelah jam kerjanya mencapai 500 jam.

Dan sampai sekarang kehilangan minyak terhadap sample kering di Stasiun Press distandardkan 7%.

About these ads

7 Tanggapan to “Stasiun Press (Extraction Plant)”

  1. gerhard alex sitorus 10 Mei 2012 at 12:24 #

    selamat siang,, apabilah tekanan cone terlalu tinggi maka akan banyak kernel losses dan apabila tekanan cone direndahkan maka akan terjadi oil losses yang tinggi,, sebnarnya berapa penyetelan tekanan yang harus digunakan sehingga dapat meminimalkan losses tersebut?

    • topmedan 30 Mei 2012 at 22:15 #

      dari pengalaman dilapangan, secaran visual,saya sering menyetel tekanan cone dengan menaikkan tekanan sampai kita lihat dengan indikator nut yang keluar sedikit yang pecah.sedangkan fibernya kita ambil terus digosokkan pada kertas putih.lalu kita lihat warna nya.makin kuning maka makin tinggi losesnya

  2. nita 27 September 2012 at 09:37 #

    saya mau tanya,, berapa putaran maksimum yang di gunakan untuk kapasitas produksi sebesar 40 Ton/jam nya bagaimana cara menghitung kecepatan daripada alat screw press nya,, sebelumnya thx ya pajk..

    • topmedan 1 Maret 2013 at 13:09 #

      maaf mbak, pertanyaanya kurang jelas, tapi untu melihat kapasitas olah dari pressan bisa dilihat dari kapaitas 1 lori dan berapa lama habis di press di screw press.

  3. Jalintar 6 Desember 2012 at 17:52 #

    Apa sajakah kemungkinan yang bisa buat suhu digester tiba2 turun pada saat operasional?

  4. Jalintar 7 Desember 2012 at 17:16 #

    Apa saja kemungkinan yang buat ass gerbox putus?

    • topmedan 1 Maret 2013 at 13:05 #

      pertama dari tekanan hidrolik yang berlebih, steam yang kurang pada digester (kurang dari 95 C), dan juga SOP pada saat stop olah. ( menurut pengalaman, sebaiknya sebelum pressan di stop, sebaiknya pressan di kosongkan terlebih dahulu/ dikorek sampai kosong karna jika tidak,akan mengeras ketika dingin).thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: