Arsip | Limbah RSS feed for this section

Perhitungan Land Aplikasi

29 Nov

Sebuah pabrik memiliki data sebagai berikut :

  • Kapasitas             : 45 ton TBS/jam
  • Jam olah              : 20 jam/hari
  • HK Efektif            : 310 hari
  • BOD limbah cair: 35.000 ppm
    (masuk ke IPAL)
  • BOD loading        : 0.4 kg BOD/m3/hari
  • Perencanaan kolam limbah yang baik dengan pengumpanan maksimum 5 %

- Jumlah Buah Diolah dalam 1 tahun = 45 t/j x 20 j/hr x 310 hr

                                                                             = 279.000 ton TBS

  1. Luas Land Aplikasi untuk masing-masing By Product :
  • JJK (23 % to FFB)     = 279.000 x 0.23

                        = 64.170 ton JJK/thn

Dosis Aplikasi         = 0.4 ton/pkk/thn Baca lebih lanjut

Pengendalian Limbah dengan Fermentasi

29 Nov

A. Fermentasi Anaerobik

Air limbah PKS mengandung senyawa anorganik dan organik. Senyawa organik lebih mudah mengalami pemecahan daripada senyawa anorganik. Bahan-bahan organik yang terkandung dalam air limbah PKS dapat dirombak oleh mikroba baik secara anaerobik maupun secara aerobik. Keberhasilan perombakan bahan organik tergantung pada jenis mikroba, jumlah mikroba, sifat substrat dan faktor lingkungan.

Reaksi pemecahan dalam reaksi fermentasi terdiri dari tahapan-tahapan reaksi yang dikatalis oleh berbagai enzym yang diproduksikan oleh mikroba. Reaksi perombakan secara anaerobik dapat dilihat pada persamaan reaksi di bawah ini:


Bakteri yang aktif dalam perombakan ini adalah bakteri methanogenik antara lain Methanobacterium amelianskii. Hasil reaksi methanogenesis adalah CH4 dan CO2 dengan perbandingan antara 1:1 sampai 3:1. Baca lebih lanjut

Usaha Penanggulangan Pencemaran

29 Nov

Pengolahan air limbah (Effluent Treatment) adalah pengolahan limbah pabrik yang belum memenuhi persyaratan (BOD, COD, pH, ammonia, dll). Air buangan yang masih mengandung minyak, disalurkan ke fat-pit untuk mengutip kembali sampai batas-batas tertentu. Usaha ini untuk memperoleh minyak sawit dan merupakan tindakan untuk memperbaiki kualitas air limbah.

Pembusukan anaerobik, yang sudah sangat umum dalam penanganan endapan kotoran, sama pentingnya atau bahkan lebih berguna dalam penanganan sisa-sisa industri. Proses tersebut dapat digunakan menurut urutannya yang normal sebagai suatu cara penanganan seperti:

  1. Tangki/bak netralisasi (Netralizing Tank).

    Tangki ini dipakai untuk menaikkan pH limbah pabrik dari 4,2 menjadi 7,0. Hal ini dilakukan pada waktu pertama kali effluent treatment dijalankan.

  2. Menara Pendingin (Cooling tower).

    Menara pendingin dipakai untuk menurunkan suhu limbah pabrik sebelum dimasukkan ke dalam kolam-kolam dari 70 0C menjadi 30 0C. Hal ini dilakukan karena pada suhu 70 0C bakteri-bakteri pengurai (pembuat gas methan) mati, sedangkan suhu optimum 40 0C. Alat ini terdiri dari menara yang dipasang kisi-kisi dengan tujuan untuk mempercepat proses pendinginan. Limbah dari pabrik dipompakan ke bagian atas menara pendingin dan turun terpencar melalui kisi-kisi, sehingga terjadi penurunan suhu. Apabila pancaran tidak merata, adakan pemeriksaan dan perbaikan pada kisi-kisi. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 79 pengikut lainnya.