Arsip | Listrik RSS feed for this section

PEMILIHAN KABEL MOTOR LISTRIK 3 PHASE

29 Nov

Ukuran yang diperbolehkan pada tabel berikut adalah ukuran minimum yang diperbolehkan untuk Start Langsung. Umumnya berlaku untuk jarak dekat (kurang dari 20 meter). Untu jarak 20 s/d 100 meter harus dipakai ukuran yang lebih besar.

 

Cable

mm2

Maximum H.P

DOL

Maximum H.P

Star – Delta

2.5

7.5

13.0

4.0

10.0

17.5

6.0

15.0

26.0

10.0

20.0

35.0

16.0

40.0

70.0

25.0

60.0

100.0

35.0

75.0

130.0

 

PEMILIHAN KABEL UNTUK JARINGAN SUPPLY

29 Nov

Dalam pemilihan kabel untuk suatu keperluan tertentu, diperlukan suatu pengetahuan khusus terhadap jenis ataupun type kabel serta spesifikasi teknisnya, agar pemilihan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan persyaratan teknis yang dibutuhkan

Berikut ini adalah beberapa type kabel dari berbagai jenis kabel daya dan pemakaiannya :

Kabel Tegangan Menengah

• Type     : NYFGbY – 3,5/6 KV

(PVC insulated, Galvanized Flat Steel Wire and Tape Armoured, PVC Sheated)

Ukuran        : 3 x 25 – 240 mm2

Pemakaian    : Untuk pemakaian pada ruangan tertutup, pada saluran dalam tanah, untuk stasiun pembangkit, industri, stasiun pembagi daya

• Type     : N2XSEFGbY – 8,7/15 KV dan 12/20 KV

(Circular Compacted Copper or Alumunium Conductor XLPE insulated, Copper Tape Screened, Flat Steel Wire and Tape Armoured, PVC Sheated Cable)

Ukuran        : 3 x 35 – 300 mm2

Pemakaian    : Untuk pemakaian dalam ruangan, dalam saluran kabel ataupun tempat terbuka dan jaringan bawah tanah bisa ditimbun langsung tanpa saluran untuk industri dan stasiun pembagi daya Baca lebih lanjut

PERHITUNGAN RUGI TEGANGAN PADA KABEL

29 Nov

Kerugian tegangan dalam saluran listrik adalah berbanding lurus terhadap panjang saluran dan beban, namun berbanding terbalik terhadap penampang saluran. Kerugian ini harus tetap berada dalam batas-batas tertentu.

Dalam peraturan instalasi listrik, telah ditentukan bahwa rugi tegangan pada suatu titik dari suatu instalasi, tidak boleh melebihi 2% dari tegangan yang dipakai untuk instalasi penerangan dan 5% dari tegangan yang dipakai untuk instalasi tenaga seperti motor listrik dan lain-lain.

Perhitungan-perhitungan menggunakan notasi berikut :

E    = Tegangan antara 2 saluran    (Volt)

q    = Penampang saluran dalam     (mm2)

N    = Beban                 (watt)

ev    = Rugi tegangan            (Volt)

p    = Rugi tegangan            (%)

L    = Panjang saluran             (m)

ξ    = Daya hantara Jenis saluran, yaitu

     Tembaga (Cu)    = 56

     Alumunium (Al)    = 32.7

     Besi (Fe)        = 7

  • Untuk saluran bolak-balik tanpa beban induksi, umpamanya untuk beban penerangan (1 phase), kita gunakan rumus-rumus berikut :
  1. Bila Kerugian dinyatakan dalam prosen (p)

……………(1)    …………..(2)

  1. Bila Kerugian dinyatakan dalam volt (ev) Baca lebih lanjut

SINKRONISASI

29 Nov

Sinkronisasi adalah suatu pengoperasian secara bersama-sama (sinkron) dari 2 atau lebih mesin pembangkit listrik pada satu sistem panel dengan kondisi dan persyaratan tertentu yaitu :

Tegangan kerja masing-masing pembangkit harus sama (380 V)

  • Frekuensi masing-masing pembangkit harus sama (50 Hz)
  • Urutan phase masing-masing pembangkit harus sama

Pengoperasian mesin pembangkit secara sinkron dilakukan untuk menampung beban operasi yang lebih besar dari kapasitas tampung beban masing-masing mesin pembangkit listrik.

Tahapan Sinkronisasi Mesin Pembangkit Listrik

  • Perhatikan beban operasional yang ada pada panel utama
  • Siapkan mesin pembangkit yang akan di-sinkronisir
  • Tutup Neutral Switch mesin pembangkit yang akan di-sinkronisir
  • Tutup switch-switch sinkronisasi
  • Perhatikan tegangan (voltage) dan Frekwensi pada Voltmeter dan Frekwensimeter yang ada pada panel sinkronisasi
  • Lakukan sinkronisasi dengan tetap memperhatikan kesamaan voltage, frekwensi dan arah putaran sinconroscope serta 2 buah lampu indicator sinkronisasi
  • Buka kembali switch-switch sinkronisasi
  • Pindahkan kelebihan beban yang ada ke pembangkit yang baru disinkronisasi dengan mengatur frekwensi kedua mesin pembangkit Baca lebih lanjut

FAKTOR DAYA

29 Nov

Power Factor (Faktor Daya) yang juga selalu ditulis sebagai cos Ø, merupakan bagian yang cukup penting dalam pengoperasian suatu Generator Listrik. Karena menurunnya faktor daya (cos Ø) akan berakibat turunnya efisiensi pembangkit dalam menampung beban kerja serta akan memperbesar kemungkinan terjadinya kerusakan pada sistem pembangkit atau sistem beban listrik, sehingga perlu adanya usaha untuk memperbaiki faktor daya tersebut.

Untuk kepentingan perbaikan faktor kerja ini, diperlukan pemasangan beberapa unit kapasitor yang dihubungkan secara paralel terhadap sistem pembangkit listrik ayng kita kenal sebagai Capacitor Bank dan dilengkapi dengan Power Factor Automatic Regulator (pengatur otomatis kerja Capacitor) dan berfungsi memperbaiki faktor daya pembangkit melalui pengoperasian secara automatis unit-unit kapasitor berdasarkan besar/kecilnya beban kerja pembangkit (daya reaktif).

    

Gambar 2. Hubungan Koreksi Faktor Daya Sistem Pembangkit Baca lebih lanjut

FUSE / PENGAMAN LEBUR

29 Nov

Fuse/Pengaman Lebur merupakan salah satu komponen proteksi / pelindung terhadap sistem kerja suatu rangkaian kontrol Operasi Motor Listrik 3 phase dari kemungkinan terjadinya lonjakan arus beban lebih yang diakibatkan oleh kesalahan beban atau kesalahan instalasi.

Sebagai gambaran dalam menentukan batas teknis / besaran Fuse, Setting Thermal Over Load Relay dan Penampang Kabel dapat dilihat pada tabel berikut.

Keterangan : Baca lebih lanjut

Generator

24 Nov
2.7 Generator

Generator merupakan sumber utama energi listrik yang dipakai sekarang ini dan merupakan konverter terbesar di dunia. Pada prinsipnya tegangan yang dihasilkan generator bersifat bolak-balik, sedangkan generator yang menghasilkan tegangan searah karena telah mengalami proses penyearahan.

Generator adalah suatu mesin yang menggunakan magnet untuk mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Prinsip generator secara sederhana dapat dikatakan bahwa tegangan diinduksikan pada konduktor apabila konduktor tersebut bergerak pada medan magnet sehingga memotong garis-garis gaya. Hukum tangan kanan Fleming (Gambar 2.11) berlaku pada generator dimana menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara penghantar bergerak, arah medan magnet dan arah resultan dari aliran arus yang terinduksi. Apabila ibu jari menunjukkan arah gerakan penghantar, telunjuk menunjukkan arah fluks, jari tengah menunjukkan arah aliran elektron yang terinduksi


 Gambar 2.11: Kaidah tangan kanan Fleming. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya.